Modul 1 : Laporan Akhir 1
2. Buat program untuk mikrokontroler STM32F103C8 di software STM32 CubeIDE.
3. Compile program dalam format hex, lalu upload ke dalam mikrokontroler.
4. Setelah program selesai di upload, jalankan simulasi rangkaian pada proteus.
Percobaan 1 mengimplementasikan sistem kontrol lampu lorong berbasis STM32F103C8 menggunakan dua jenis sensor sebagai input digital. Touch Sensor pada PA1 berfungsi sebagai toggle yang mengubah status variabel system_enable setiap kali terdeteksi rising edge, sehingga pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan seluruh sistem. PIR Sensor pada PA0 kemudian mendeteksi kehadiran manusia secara otomatis; jika sensor ini aktif dan sistem dalam kondisi enable, LED pada PB0 dan Buzzer pada PB1 akan dinyalakan. Pendekatan ini memisahkan dua mode kontrol — manual (via touch) dan otomatis (via PIR) — dalam satu sistem yang terintegrasi pada mikrokontroler yang sama, memperkuat pemahaman tentang pembacaan GPIO input dan penulisan GPIO output secara bersamaan.
1. Bagaimana pengaruh pemilihan GPIO pada
masing-masing development board?
Jawab:
Pada praktikum general
input-output, pemilihan GPIO pada STM32 krusial karena tiap pin
memiliki mode, fungsi alternatif, serta karakteristik listrik berbeda, sehingga
menentukan keberhasilan pembacaan input dan pengendalian output secara optimal
tanpa konflik periferal.
2. Bagaimana program deklarasi pin I/O
pada STM32F103C8?
Jawab:
Deklarasi pin I/O dilakukan dengan
mengaktifkan clock GPIO dan mengatur register (mode input/output, pull-up/down,
dan tipe output) melalui HAL atau register langsung agar pin dapat beroperasi
sesuai fungsi dasar input atau output digital.
3. Analisa bagaimana menerima Input
dan mengeluarkan Output pada STM32F103C8!
Jawab:
Input dibaca dari register IDR melalui
polling atau interrupt (EXTI), kemudian diproses oleh CPU dan menghasilkan
output melalui penulisan ke ODR/BSRR, membentuk alur dasar sistem digital yaitu
sensing–processing–actuating.
4. Analisa pengaruh perubahan program
pada main.h terhadap program main.c!
Jawab:
Perubahan pada main.h akan
mempengaruhi main.c
karena berisi definisi pin dan prototipe fungsi, sehingga perubahan konfigurasi
I/O di header akan langsung berdampak pada implementasi dan hasil kompilasi
program utama.
5. Analisa bagaimana program dalam
analisa metode pendeteksian Inputan pada STM32F103C8!
Jawab:
Pendeteksian input pada praktikum ini
menggunakan metode polling atau interrupt, dengan perhatian pada debouncing
untuk memastikan sinyal input stabil dan valid sebelum diproses menjadi aksi
output.
6. Analisa kelebihan mikrokontroler
dibanding rangkaian logika!
Jawab:
Mikrokontroler
lebih unggul dibanding rangkaian Logic Gates
dalam konteks general I/O karena fleksibel (programmable), mampu menangani
banyak kondisi input-output secara dinamis, dan mengintegrasikan fungsi kontrol
dalam satu sistem yang efisien.








Comments
Post a Comment